Numerologi adalah bentuk tertua dari ilmu nujum. Asalnya tak dapat dilacak tetapi bangsa Mesir kuno, Babylonia, China dan bangsa lainnya mempunyai teori nujum dengan angka-angka. Konsepnya diambil berdasarkan fenomena alam seperti, pelangi warnanya 7 buah ada 12 beserta zodiaknya dan sebagainya.
Walau ada beberapa pengembangan variasi antara sistem-sistem numerologi, sebagian besar didasarkan pada teori matematika Yunani, dan ahli filsafat seperti Pytahgoras. Ia (Pytahgoras) percaya bahwa seluruh jagat raya ini dapat dihitung secara matematis, dan bahkan dapat dituangkan dengan angka-angka yang merupakan kunci jagat raya ini.
Numerologi dikenal dengan numeromancy atau arithomancy, pernah digunakan sebagai bentuk ramalan umum; pada saat kini, ilmu numerologi pemakaiannya hanya mengaitkan dengan analisa kepribadian dan potensi saja. Dasar kepercayaan numerologi, bahwa angka-angka terutama angka primer yaitu 1 sampai 9, mempunyai pengaruh terhadap segala segi kehidupan dan kepribadian kita.
Walau ada beberapa pengembangan variasi antara sistem-sistem numerologi, sebagian besar didasarkan pada teori matematika Yunani, dan ahli filsafat seperti Pytahgoras. Ia (Pytahgoras) percaya bahwa seluruh jagat raya ini dapat dihitung secara matematis, dan bahkan dapat dituangkan dengan angka-angka yang merupakan kunci jagat raya ini.
Numerologi dikenal dengan numeromancy atau arithomancy, pernah digunakan sebagai bentuk ramalan umum; pada saat kini, ilmu numerologi pemakaiannya hanya mengaitkan dengan analisa kepribadian dan potensi saja. Dasar kepercayaan numerologi, bahwa angka-angka terutama angka primer yaitu 1 sampai 9, mempunyai pengaruh terhadap segala segi kehidupan dan kepribadian kita.